Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer

JADWAL SHOLAT

AGENDA PENTING 2015

Jadwal Ujian Nasional Tahun 2015

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Sahabat Setia

Gree-One Readers

Gree-One Students's Galeries

 IMG_20130109_105124.jpg  IMG_20130109_084434.jpg IMG_20120925_093228.jpg IMG_20120919_104621.jpg 10092012695.jpg 10092012694.jpg 10092012694.jpg IMG_1579.jpg IMG_0813.jpg IMG_20130116_134220.jpg IMG_0843.jpg IMG_0829.jpg 32198_132993103378531_7582571_n.jpg 32198_132990600045448_4235631_n.jpg 32198_132989960045512_2295770_n.jpg 14111_115470275130814_630387_n.jpg 14111_115470268464148_6818253_n.jpg 14111_115470265130815_6638426_n.jpg 14111_115466888464486_1242365_n.jpg 10318_103571019654073_3621569_n.jpg 10318_103571016320740_6694106_n.jpg IMG_0829.jpg 34263_142381749106333_6434591_n.jpg 32198_132995200044988_4312685_n.jpg 32198_132994103378431_7081214_n.jpg 5969_100550049956170_7837172_n.jpgSevenfold ! 5969_100440493300459_195226_n.jpgSevenfold ! 5969_100440493300459_195226_n.jpg 10318_103477216330120_114670_n.jpgdamang bos 30626_123155377695637_1231291_n.jpg 168786_187156821295492_5635236_n.jpg 163616_187155354628972_5663590_n.jpg photo DSC00537.jpg photo DSC00537.jpg 163614_187156131295561_923877_n.jpg%2BEDIT.jpg" width="320" border="0" height="320" />Rinjani Permatasari's photo.
Photobucket"/>  IMG_20130116_134256-1.jpg IMG_20130202_105734.jpg IMG_20130202_105713.jpg IMG_20130202_105453.jpg IMG_20130202_105303.jpg IMG_20130202_105158.jpg IMG_20130202_094841.jpg IMG_20130202_093924.jpg IMG_20130202_092053.jpg IMG_20130116_133116.jpg IMG_0857.jpg IMG_1607.jpg IMG_1606.jpg IMG_1592.jpg IMG_1585.jpg IMG_1579.jpg IMG_1212.jpg IMG_1206.jpg IMG_0850.jpg IMG_0237.jpg IMG_0236.jpg IMG_0230.jpg IMG_0226.jpg IMG_0223.jpg IMG_0220.jpg IMG_0216.jpg IMG_0072.jpg IMG_0217.jpg IMG_0843.jpg IMG_0875.jpg IMG_1597.jpg IMG_1596.jpg IMG_1625.jpg IMG_1591.jpg IMG_1579.jpg IMG_0829.jpg IMG_1579.jpg IMG_0840.jpg 35329_144622202215621_5166195_n.jpg 5969_100550056622836_6222622_n.jpg 10318_103571006320741_6025297_n.jpg 34914_142383585772816_2380126_n.jpg 14111_115466895131152_5854480_n.jpg Foto 14111_115470255130816_4102168_n.jpg

Translate

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cari Blog Ini

Memuat...
http://berita.siap-sekolah.com/feed/
Home » » MENYIKAPI TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI

MENYIKAPI TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI

Sabtu, 14 Februari 2015


Oleh: ADHYATNIKA GU
Daya tarik media televisi demikian besar bagi perkembangan mental generasi muda. Banyak fakta yang kita jumpai sekarang ini dari informasi yang disampaikan oleh televisi mengenai acara yang memberi dampak negatif secara langsung maupun tidak langsung. Hal-hal negatif dari materi tayangan yang disajikan televisi akhirnya dapat mempengaruhi perilaku penontonnya dalam hal bersikap dan bertingkah laku di dalam kehidupan mereka.
Kekerasan yang didefinisikan sebagai prinsip tindakan yang mendasarkan dari  kekuatan untuk memaksa pihak lain tanpa persetujuan, terkandung unsur dominasi terhadap pihak lain dalam berbagai bentuknya: fisik, verbal, moral, psikologis atau melalui gambar. Penggunaan kekuatan, manipulasi, fitnah, pemberitaan yang tidak benar, pengkondisian yang merugikan, kata-kata yang memojokkan, dan penghinaan merupakan ungkapan nyata kekerasan. Logika kekerasan merupakan logika kematian karena bisa melukai tubuh, melukai secara psikologis, merugikan, dan bisa menjadi ancaman terhadap integritas pribadi (Haryatmoko, 2007). 
Tayangan kekerasan yang sering ditampilkan media khususnya televisi diantaranya: Kekerasan dokumen yang merupakan bagian dari dunia riil atau faktual; kedua, kekerasan fiksi yang menunjukkan dunia khayal.  Bentuk-bentuk kekerasan tersebut sering lebih dikondisikan oleh kekerasan simbolik. Prinsip simbolik ini bisa berupa bahasa, cara berfikir, cara kerja, dan cara bertindak.  Kekerasan simbolik berlangsung karena sistem informasi saat ini mengikuti aturan tertentu dalam bentuk keseragaman, mimetisme, tuntutan reportase langsung pada kejadian, sensasionalisme, dan penempatan prioritas informasi yang penuh kepentingan.
Tayangan kekerasan yang ditampilkan diyakini akan berpengaruh terhadap peningkatan perilaku yang agresif, kemudian dapat menyebabkan ketidakpekaan terhadap kekerasan dan penderitaan korban, yang selanjutnya akan berakibat peningkatan rasa takut yang belebihan sehinga menciptakan representasi dalam diri penonton tentang wujud dunia yang sangat berbahaya.
Keluarga yang diyakini memiliki fungsi strategis  di dalam kelangsungan kehidupan masyarakat, diharapkan mengambil peran paling depan dalam menangani permasalahan di atas.  Sebagai sebuah lembaga sosial,  keluarga adalah lingkungan yang kuat sekali pengaruhnya dalam mengembangkan sifat-sifat dasar anak. Peranan keluarga diharapkan mampu mengubah seorang individu menjadi manusia yang berbudaya.
Menurut  John Locke  bahwa  seorang anak yang baru dilahirkan seperti “tabula rasa” yang merupakan selembar kertas putih kosong dan dapat dicorat-coret sekehendak hati orang tuanya. Oleh karena itu  dalam pandangan para pakar pendidikan, apa yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya merupakan proses yang diadopsi oleh si anak melalui proses social-modelling. Bagaimana cara ibu mengasuh, apakah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang atau apakah dengan kasar dan amarah serta penolakan akan membentuk perilaku manusia muda tersebut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa anak banyak belajar dari orang tuanya. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. Keluarga lah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Lebih jelasnya, kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku ke dua orang tua serta lingkungannya
Oleh karena itu diperlukan koordinasi dari berbagai pihak agar lebih selektif dalam memilihkan tayangan bagi anak karena pengaruh media yang cukup besar bagi perilaku sosial anak. Selain itu pendidikan keluarga yang baik perlu ditanamkan kepada anak sedini mungkin agar anak siap menghadapi pengaruh luar yang begitu besar.

Sumber: Dari berbagai sumber




 



No Responses to "MENYIKAPI TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI"

Poskan Komentar